Langsung ke konten utama

Adakah Cara Untuk Cepat Untuk Kaya?

Siapa disini yang tidak mau menjadi orang yang memiliki banyak uang? Menjadi orang kaya? Hampir semua orang ingin menjadi orang kaya, apalagi kalau hal itu datang tanpa konsekuensi apapun. Seringkali kita mengukur keberhasilan seseorang berdasarkan jumlah kekayaan yang dimilikinya. Namun hal tersebut, tidaklah sepenuhnya mutlak menurut saya. Karena setiap orang pastinya memiliki mimpi dan tujuannya masing-masing dalam hidup.

Dan untuk mewujudkannya setiap orang bisa mempersiapkan tujuan finansialnya yang tidak harus sama satu dengan yang lainnya. Karena finansial hanyalah salah satu alat untuk bisa mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. Mungkin ada yang mau sekolah terbaik untuk anak-anaknya, gaya hidup yang berkelas, ingin bisa berbagi kepada orang yang kurang beruntung, ataupun masih banyak hal lainnya yang bisa menjadi mimpi setiap orang.

Dalam perjalanannya, sering kali saya juga dihadapkan dengan berbagai opsi untuk mengembangkan uang yang telah dimiliki, misalnya saja dengan membangun bisnis, ada yang bisnis minuman bubble kekinian, membuka coffee shop, ada juga ajakan untuk berinvestasi mulai dari deposito, reksadana, saham, forex, robot-robotan, hingga bitcoin. Pertanyaannya apa sih instrumen / aktivitas yang bisa membantu kita mencapai tujuan finansial kita?

Ada beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan versi saya antara lain :

* Return on investment per tahun

Kemampuan imbal balik dari instrumen tersebut = ada instrumen yang bisa memberikan imbal balik hingga ratusan persen dalam setahun, namun ada juga instrumen yang hanya bisa memberikan imbal balik tidak sampai 10% dalam setahun. Tetapi selama instrumen tersebut, bisa mengantarkan kita kepada target finansial kita dan tentunya di atas inflasi (baca : artikel menyusul), kenapa harus ragu.

* Drawdown / loss

Kemampuan instrumen tersebut untuk tidak menghasilkan kerugian besar (draw down). Semakin lama memperhatikan dunia investasi, dan bisnis rasanya semakin banyak penawaran menggiurkan yang dapat ditemui. Misalnya saja selama ini saya sudah pernah mengenal =

- Investasi di bisnis ikan kerapu

- Investasi di bisnis transportasi truk batu bara

- Investasi di bisnis franchise minuman

- Investasi di Bitcoin

- Investasi di Tabungan Berjangka (Bank?)

- Investasi di P2P

- Investasi di Properti

- Money game robot-robotan forex

- dan masih ada 1001 cara lainnya untuk kita mengembangkan kekayaan kita

Yang perlu di perhatikan selain daripada berapa besar keuntungan yang dijanjikan (baca baik-baik : YANG DIJANJIKAN). Kita perlu mengenali betul seberapa besar resiko kita kehilangan dana yang telah diinvestasikan, maka dari itu money management menjadi hal yang sangat penting (baca : Katanya Gampang, Kok Rugi?).

* Jangka Panjang

Sangat amat memungkinkan kita mendapatkan keuntungan fantastis dari salah satu instrumen yang kita pilih, misalnya saja dengan hebohnya harga Bitcoin setelah cuitan dari Elon Musk, atau terbangnya harga saham INAF saat ada pengumuman penggunaan vaksin di era pandemi, atau hebohnya penjualan susu kepal milo pada masanya. Semua memungkinkan kita untuk meraup keuntungan yang amat besar dalam jangka waktu yang amat singkat, namun pertanyaannya jika tujuan finansial kita adalah tujuan jangka panjang, apakah instrumen pilihan kita ini benar-benar bisa membantu kita mencapai tujuan finansial tersebut? Jika instrumen tersebut hanya bisa menghasilkan sesekali (hanya trend sesaat), apakah kita masih memiliki waktu dan tenaga, untuk kembali mempelajari instrumen atau bisnis yang baru, serta merecovery kerugian yang kita dapatkan juga di usaha kita sebelumnya? Sehingga kita perlu memastikan instrumen tersebut, apakah merupakan instrumen yang teruji oleh waktu dan berbagai kondisi atau tidak.

* Mudah di urus

Apakah hidup kita bertujuan untuk mengurus tujuan finansial kita, sehingga tidak bisa memberikan ruang untuk kita benar-benar menikmati hidup yang kita mau di luar dunia bisnis dan investasi kita tersebut? Kembali lagi ini adalah pilihan, namun dengan instrumen yang bisa memberikan kita kebebasan untuk mempergunakan waktu kita, menurut saya akan memberikan quality of life yang lebih baik.

* Bisa di duplikasi (Compounding Effect)

Sangat mudah untuk kita menduplikasi uang kita Rp 1,000, - menjadi Rp 2,000,- (peningkatan 100%) namun ketika dana tersebut menjadi lebih besar, semakin tidak mudah kita untuk bisa mendapatkan return yang sefantastis ketika mengelola dana yang relatif lebih kecil. Untuk itu, perlu diperhatikan, apakah bisnis / investasi yang kita tekuni bisa memberikan efek duplikasi yang baik dan dapat diandalkan dari waktu ke waktu.

Dengan kriteria standard pemilihan instrumen yang jelas, setiap dari kita bisa menentukan instrumen apa yang paling sesuai menjadi kendaraan diri untuk mencapai tujuan finansial yang telah ditetapkan sebelumnya. Kembali lagi menurut saya tidak ada satupun instrumen yang lebih baik ataupun lebih buruk dari instrumen lainnya, namun semuanya itu ada ilmu yang harus ditebus oleh waktu, tenaga, dan niat kita untuk mempelajarinya.

Bagi saya, saham dapat memiliki kelebihan dalam beberapa aspek diatas, dan buat saya itu sudah cukup. Maka sekarang saatnya saya menebus ilmu tersebut dengan waktu, tenaga dan niat untuk mempelajarinya beberapa waktu kedepan. Saya memilih untuk fokus pada hanya beberapa instrumen investasi karena saya juga sadar waktu saya terbatas dan kemampuan saya belajar juga tidak secepat itu :"D. Jadi melalui sharing acak saya kali ini, saya menyadari bahwa mungkin... mungkin... saya juga belum tau bagaimana cara cepat untuk kaya, dan belum tentu cara yang saya tempuh bisa membawa saya menjadi kaya dengan cepat. Tapi..., saya memilih untuk mempelajari saham agar saya memiliki sense of fullfilment untuk memahami sesuatu hal dengan lebih dalam lagi, dan memiliki ketenangan pikiran dan hati saat mengelola dana saya yang hopefully semakin besar tanggung jawabnya dari masa ke masa. Jadi, jangan pernah menyerah untuk bisa mencapai impian teman-teman juga ya, mari kita belajar bersama-sama, syukur-syukur nanti ada yang cepat kaya dan bisa sharingkan hal itu juga ke saya dan teman-teman lainnya semua :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sing Penting Yakin

  Pernah suatu waktu saya ngobrol bertiga dengan teman saya, salah satunya adalah seorang agen asuransi. Si Agen Asuransi ini bercerita kalau, “Kenapa yah saya mau bantu orang lain untuk dapat peace of mind dan keamanan hidup melalui tapi kok orang lain memandang saya sebelah mata?”. Jawaban teman saya lainnya “Ya, karena kamu itu baru di field tersebut, blm ada hasilnya, maka wajar orang meragukanmu”. Dengan sedikit terpukul si Agen Asuransi bertanya lagi, “Yah, kalau gitu bagaimana caranya saya menjalankan bisnis ini dong? Setiap orang kan pasti mulai dari nol ga punya hasil apa-apa, gak mungkin tiba-tiba sudah banyak pengalamannya”. Jawab teman saya satu lagi, “Sing penting Yakin”. Wah, hal itu membekas di diri saya cukup lama. Saya sendiri juga mengalami, setiap kali kita memulai hal yang baru – sering kali kita blm punya any single proof tentang hal yang kita lakukan. Namun, yang membedakan adalah kata-kata “sing penting yakin” ini. Dimana apakah kita punya keyakinan / belie...

Wanna Big Win, But First of All, How Much I Can Lose?

Jeff Bezos pernah menyampaikan "If you have a 10% chance at 100x returns, you should always take it. You're still going to fail 9/10 times, but the rewards are well worth it". Menurut saya ini adalah pedoman yang keren dalam kita menentukan "yes/no" dalam sebuah keputusan. Kalau sebagai trader, saya melihatnya sebagai assymetrical return yang ada di bursa saham. Kita semua pasti mau kan kalau rugi sedikit, tapi kalau untung bisa berkali-kali lipat. Saya setuju, hal itu sangat memberikan competitive advantage untuk kita. Tapi dengan apa yang saya pelajari di bursa saham, saya merasa hal itu akan menjadi jauh lebih powerful ketika kita memasukkan 1 variable lagi tentang risk management. Jadi kalau misalnya, kamu punya modal 100 juta rupiah dan kamu dapat kesempatan untuk ikut sebuah project "goreng" bitcoin yang memiliki kemungkinan 10% untuk untung 100x lipat dari modal yang kamu taruh. Apakah kamu akan ikut dengan keseluruhan modal kamu? Sebagai trader...

Katanya Gampang, Kok Rugi?

Akhir tahun 2020 lalu, saham sedang naik-naik pamornya. Semua orang bertanya - berapa cuan lu hari ini? Di saham selalu ada 2 paham besar untuk bertransaksi dan meraih keuntungan di finansial market, dengan menjadi seorang fundamentalist (investor) atau seorang teknikal analist (trader). Mana sih yang lebih bagus? Kita ga pernah banding-bandingin Warren Buffet dengan George Soros, kita juga ga perlu banding-bandingin satu agama dengan agama lainnya kan. Tapi, sejauh ini sering banget saya mendengar teman-teman saya yang mengatakan saham tuh judi, kamu bakal rugi terus kl trading. Tapi saya jarang dengar investor yang gagal di bursa (mungkin karena mereka memang dipanggil investor ya? Jadi tahan saham dalam jangka waktu lama, meski merah ataupun hijau ya memang permainan mereka). Tapi setelah saya eksplor lebih jauh lagi, sebenarnya banyak loh traders hebat dalam sejarah trading. Salah satu yang lagi tenar akhir-akhir ini adalah Jim Simons, yang berhasil memecahkan rekor CAGR (rata-rata...