Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Evaluation

Comparison is The Thief of Joy

“Lu trading saham 4 tahun hasilnya segitu-gitu aja. Gw sekarang juga lagi investasi di saham. Beli saham X sekarang keuntungan gw sudah 3x nya elu!.. Makanya, lakukan X Y Z dong kalau mau untung kayak gw…”. Beberapa waktu belakangan, saya pernah bertemu teman yang ternyata jago sekali bermain saham. Hasil investasi dia jauh-jauh berkali lipat lebih baik dari hasil performance trading saya. Saat-saat seperti itu, rasanya keyakinan kita terhadap trading system kita diuji. Apakah benar bisa menghasilkan, apakah sia-sia semua usaha mengulik trading system yang sedang saya kembangkan? Atau dicerita lainnya, ketika saya membeli saham X, namun ada saham Y – yang naik kencang ga karuan. Tentunya orang yang membeli saham Y akan mendapatkan hasil return yang jauh berkali-kali lipat dibandingkan hasil saya. Apakah saya merasa menyesal? Payah? Atau malah kalah? Mungkin orang lain bisa saja bilang saya memilih saham yang salah. Bayangkan kalau tahun 2020 saya membeli ALL IN semua asset saya di ...

Salah, Salah, Salah, Benar

Dari SD, SMP, SMA saya bersyukur bisa dapat kesempatan melanjutkan jenjang Pendidikan ke kualitas yang meningkat setiap tahapannya. Dimulai dari SD yang biasa saja tentang pencapaian akademiknya, sampai SMA yang terkenal menghasilkan lulusan – lulusan terbaik di bidangnya. Di satu sisi saya bersyukur, karena mendapatkan kesempatan untuk berada di lingkungan yang lebih baik dan lebih baik lagi di setiap fase perjalanan hidup saya. Mengutip kata-kata AR Benard, ketika kita sudah merasa menjadi orang yang paling pintar dalam suatu ruangan, kita juga bisa melihat ruangan lainnya untuk menjadi orang yang bodoh kembali (artinya : belajar kembali). Tapi di satu sisi, setiap kali saya berada di lingkungan yang baru, saya seringkali merasa menjadi bodoh, karena banyak melakukan kesalahan dan saya anggap kesalahan itu adalah diri saya sendiri, yaitu sebagai rang yang gagal. Seringkali kita mengatribusikan kesalahan yang kita pernah perbuat sebagai identitas diri kita. Sehingga rasanya ga enak ...

Silent Killer Dalam Trading Saham

 " We didn’t do anything wrong, but somehow, we lost”.  – CEO Nokia Kalimat ini tertanam di benak saya cukup lama. Seringkali hidup kita berantakan, meskipun kita merasa tidak melakukan hal yang salah apapun. Kenapa ya bisnis saya tidak laku seperti dulu lagi? Kenapa ya saya bisa mengidap penyakit diabetes dan sering lemas sekarang ini? Kenapa ya hubungan saya tidak seharmonis saat pacaran dulu? Saya sendiri juga pernah merasakan, ketika di pekerjaan kenapa ya tidak lagi dilibatkan dalam role-role yang cukup penting lagi? Setelah coba merefleksikan, pastinya ada hal-hal kecil yang kita tidak sadari namun bisa membawa efek buruk dalam pencapaian goals kita. Dalam case saya, bisa jadi karena saya tidak lagi bisa memberikan ide yang kreatif dalam penyelesaian permasalahan pekerjaan. Atau bisa jadi saya kurang responsive merespon kebutuhan atasan saya. Atau bisa jadi ide yang saya berikan adalah ide yang egois sehingga kurang disukai oleh unit kerja lain yang berkaitan dengan ...

Tergoda Cewek Cantik Lainnya

Saya lulus dari salah satu Universitas Negeri yang cukup ternama, saat itu saya merasa bangga dan keren. Lalu saya melanjutkan karir freelance di berbagai training consultant, mendapatkan kesempatan untuk mengelilingi dan menikmati indahnya Indonesia. Tidak berapa lama, saya merasa pekerjaan freelance tidak begitu menghasilkan dan saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi training analyst di sebuah perusahaan multi nasional. Baru berjalan beberapa waktu, saya tertarik lagi karena melihat adanya opportunity yang sangat besar dengan menjadi agen asuransi. Menjalani satu tahun sebagai agen asuransi, ternyata saya merasakan perjalanannya tidak seindah itu, banyak penolakan, gagal, kalah produk dengan perusahaan lain dll. Akhirnya saya masuk ke perusahaan perbankan saat ini yang sudah berlangsung hampir 9 tahun. Apakah saya menikmatinya? Ya, saya menikmatinya.. Sekarang.. Kalau dulu? Tentunya banyak galau dan ragunya juga. Ada masa-masanya saya melihat, senang juga kerja di perusahaan besar...

Melakukan Hal Yang Benar

Saya mau mengaku dosa, kalau dulu saya pernah nyontek saat SMA dan hasilnya lebih baik daripada teman samping saya yang mengerjakan dan belajar sungguh-sungguh. Saat itu saya senang banget dan rasanya kemenangan besar buat saya (dosa banget, ampun). Namun dari situ saya melihat tentang sudut pandang lainnya, yaitu sudut pandang teman saya. Bagaimana perasaan dia, saat dia melakukan hal yang benar – tapi hasilnya jauh dari yang diharapkan, apalagi dibandingkan dengan orang yang melakukan secara “tidak benar” pun kalah jauh 😂. Hal itu sering kita hadapi ketika kita melihat, ada loh orang yang terobos lampu merah dan gak ketangkep jadinya bisa sampai tempat tepat waktu. Atau kadang pernah gak sih kita merasakan, rasanya sdh mengerjakan tugas secara baik-baik semaksimal mungkin, eh kok malah teman kita yang mendapatkan promosi ke posisi yang lebih baik? Seringkali kita melakukan sesuatu hal yang benar – namun hasilnya tidak bisa kita lihat ataupun kita tuai. Misalnya saja jika dalam t...

Main vs Trading vs Trading Expert di Saham

Saya banyak menemui pelaku ataupun non pelaku saham, yang berasa risih ketika mendengar ada orang yang mengatakan “main saham”. Bagi saya sah-sah saja setiap orang menggunakan term yang paling sesuai untuk dirinya dalam mendefinisikan hal yang ia lakukan di bursa saham. Beberapa orang menyatakan, saham itu adalah tempat professional sehingga tidak layak seseorang menyebutnya bermain saham. Namun bagi saya, kalau memang orang itu hanya mau “bermain” saham? Lalu kenapa? That’s the freedom bro. Bahkan menurut saya, kata yang sama seperti “bermain”, tidak harus memiliki arti yang sama bagi setiap orang yang mengucapkannya. Setiap kita pasti memiliki definisi dan cara main kita tersendiri dalam apapun permainan yang kita miliki. Semakin kita memahami pola pikir orang lain, semakin kita bisa toleransi dan merespon dengan tepat perilaku atau perkataan orang lain tersebut. Bagi saya sendiri, saya memulai perkenalan diri saya dengan saham dengan bermain. Karena saat itu, saya melihat bany...

Bursa Saham, Universitas Finansial & Kehidupan

Saya membayangkan ada sebuah lapangan besar yang berada didepan berbagai ratusan orang yang berbeda. Mereka akan melihat lapangan ini dengan kacamata yang berbeda, ada yang ingin membuat tenda, masak memasak, membangun rumah, berlari-larian, ketakutan dengan tanaman atau apapun berbagai tujuan lainnya yang ia miliki masing-masing. Yang artinya bagi saya adalah lapangan besar tersebut tidak memiliki arti apa-apa, sampai ada seseorang yang memberikan makna spesifik tentang hal tersebut sesuai dengan tujuan dan keyakinannya masing-masing. Kita semua pasti mau memanfaatkan apapun yang ada didepan kita sebaik mungkin, namun yang orang lain sampaikan belum tentu yang benar-benar kita inginkan dalam melihat kehidupan kita ini. Sama halnya seperti bursa saham, tidak semua orang memiliki niat yang sama berada di bursa saham. Jika tujuannya adalah meraup keuntungan, maka cara yang ditempuhnya pun bisa berbeda-beda. Banyak style investing dan trading yang bisa diterapkan di bursa saham. Pilih sat...

Build in Failure

D alam hidup kita pasti bertemu banyak masalah. Ada hujan dan ada panas matahari. Ada sehat ada sakit. Seringkali saya maunya mendapatkan hal yang saya sukai misalnya adem-adem saja, ataupun sehat saja. Saya suka meneglect apa yang terjadi ketika “hal unfavorable” terjadi. Pura-pura seakan hal itu tidak akan terjadi. Selalu berharap semua hal berjalan yang baik-baik saja, padahal kenyataannya dalam hidup tidak bisa seperti itu. Bigger risk, hopefully we’ll get a bigger gain. Ada sebuah buku berjudul Antifragile : menceritakan tentang pentingnya kita memiliki sebuah system yang menjadi lebih kuat ketika menghadapi situasi yang tidak enak. Misalnya, ketika kita melakukan olahraga gym, semakin otot kita di hancurkan dengan berat yang besar, setelah pola makan dan istirahat yang tepat, maka otot kita juga bisa menjadi semakin kuat. Belief yang sama juga saya terapkan dalam trading saham, saya percaya ada momen-momen saham hijau ataupun merah besar. Ketika saham hijau besar, saya yakin ...

Apakah Trader Harus Trading Setiap Waktu?

Saya memahami kalau bursa saham tidak selalu dalam kondisi bullish. Akan selalu ada moment-moment menghadapi ombak yang tidak baik seperti misalnya berita keuangan negara yang negative, ataupun keluarnya dana asing dari bursa saham. Saya juga pernah mendapatkan pertanyaan, apakah trader wajib untuk trading setiap waktu? Mendengar pertanyaan itu, saya teringat pekerjaan sebagai Nelayan (ataupun berbagai profesi lainnya). Sebagai seorang Nelayan, untuk berlayar akan banyak SOP yang perlu disiapkan seperti mempersiapkan kesiapan kapal, perkiraan cuaca, navigasi kapal, pakaian keselamatan baru mulai menjalankan mesinnya untuk berlayar. Apabila ada satu dua hal diatas yang tidak berjalan dengan baik maka Nelayan tersebut tidak akan berlayar. Misalnya, kalau ada badai, navigasi kapal yang rusak, ataupun pelampung keselamatan yang rusak. Apabila ada hal yang tidak sesuai dengan SOP seorang Nelayan, maka tidak akan turun berlayar – ataupun hanya berlayar di area yang jauh lebih sederhana d...

Mengakui Kesalahan dalam Trading Saham

Kita terbiasa untuk tidak melakukan sesuatu hal yang salah dalam suatu aktivitas yang kita lakukan. Dalam trading saham, saya belajar sebaliknya. Bahwa dalam trading, kita perlu memiliki mental mengakui kesalahan tentang keputusan pembelian saham kita. Karena di saham saya mau mengumpulkan uang bukan mengumpulkan kesalahan. Menyimpan saham yang merugi, karena ego tidak mau mengakui kesalahan dalam pembelian saham adalah sesuatu hal yang sangat beresiko. Ketika di bursa saham, dengan lebih cepat saya menjual saham yang under performer, saya bisa menggunakan modal saya untuk masuk ke saham yang lebih menguntungkan / top performer, serta saya bisa tidur lebih nyenyak di malam hari 😊 . Itu lah mengapa, sering ditemui untuk sebagai trader yang memiliki profesi lain seperti dokter, kadang kala kesulitan memahami konsep mengakui kesalahan. Kali ini bukan tentang egonya – namun dalam profesinya memang diajarkan untuk memiliki belief system pola pikir tidak boleh salah, karena kalau sebaga...

Rugi Lagi di Bursa Saham, Apakah Saya Dicurangi?

“Males ah main lagi, kamu curang sihhh”.. Kata-kata ini sering kita dengar diucapkan oleh anak kecil yang sedang bermain bersama namun merasa kecewa dengan teman bermainnya. Seringkali kita berhenti bermain ketika kita mengetahui ada teman bermain kita yang melakukan kecurangan. Hal yang sama ternyata juga sering terjadi di bursa saham, dimana ketika kita gagal meraih keuntungan di bursa saham – kita menyalahkan pihak lain yang ada di bursa dengan dalih mereka melakukan kecurangan terhadap permainan. Dalam bursa saham, kita mengenal ada 2 tipe pelaku – yaitu bandar dan ritel. Kita sering menyebut bandar curang karena memiliki modal yang besar, akses informasi yang cepat, dan jaringan yang baik sehingga bisa mencurangi kita para pelaku retail. Dengan memberikan label bahwa Bandar curang, maka secara tidak langsung kita “mengamini” bahwa performance kita akan jelek dibandingkan Bandar. Padahal dengan mengamini bahwa Bandar memang memiliki banyak keuntungan seperti permodalan dan akse...

Baru Ngerti Segitu, Sok Banget Sih

Saya suka berpikir kalau dengan pengalaman 6 tahun terakhir berada di bursa saham. Lalu 3 tahun terakhir pencatatan growth portofolio saya, rasanya masih hijau banget di industry pasar modal indonesia ini. Saat saya memutuskan untuk saya mau menulis agar bisa belajar lebih baik lagi di industry saham, saya memiliki pemikiran apa kata-kata teman saya ya? Rasanya, lu mah masih seumur jagung sudah sok-sok an sharing, apalagi hasil portofoliomu segitu-gitu doang. Ada perasaan apakah saya terlihat seperti seorang scammer? Atau legit gak ya apa yang saya bagikan di blogspot ini? Kayaknya orang yang baca, akan banyak kritik deh dari apa yang saya tulis – “ga nyambung lo lun”. Ketika per hari ini, saya kelola dana dan hasilnya adalah -4%, rasanya “tuh kan lu aja masih payah sok-sok an nulis tentang saham”. Perasaan ga becus, pura-pura bisa, bahkan kadang-kadang apakah seorang penipu itu kerap muncul. Perasaan seperti itu saya yakin ga cuma saya yang rasakan, tapi bisa juga dari orang-orang sek...

Berkenalan Dengan Kejamnya Rugi di Bursa Saham

  Dalam dunia investasi pasti ada dua sisi koin yaitu, sisi kerugian dan keuntungan yang bisa kita alami. Khususnya dalam instrument investasi saham, menurus saya kita berada di aspek probability bukan certainty. Saya belajar dari pengalaman teman saya yang menaruh semua dana pensiunnya di salah satu emiten saham yang dianggap blue chip ataupun saham yang meyakinkan untuk tidak mungkin turun besar. Namun ketika saham tersebut turun besar – ia pun kebingungan untuk perjalanan kedepannya. Misalnya seperti : Dari hal ini saya belajar, sepercaya apapun kamu terhadap suatu hal, jangan izinkan diri kita untuk menanggung kerugian yang sangat besar dalam portofolio / hidup, yang memungkinkan untuk menghancurkan diri kita sendiri. Karena semakin besar kerugian itu, semakin sulit kita untuk recover dari kondisi tersebut. Di buku Mark Minervini yang saya baca, the number tells it all. Pada table dibawah ini terlihat kalau semakin besar kerugian kita maka akan jauh lebih besar lagi tingkat keu...

Investasi Terbaik ada di Properti atau Instrumen Investasi Lainnya?

Saya bekerja di perbankan hampir 10 tahun masa kerja dan saya memiliki keuntungan untuk membeli sebuah hunian property untuk diri sendiri dengan bunga rendah untuk karyawan. Tidak lepas dari atasan ataupun teman sekerja, seringkali menanyakan “kenapa kamu belum beli property saat ini?”. Selain masih sayang dengan dana yang perlu dikeluarkan :"D, saya pun bingung menjawabnya. Namun ada insight menarik yang saya dapatkan pada libur lebaran kemarin. Saat merapihkan rumah waktu liburan, saya menemukan selembar kertas yang berisikan informasi menarik seperti di bawah ini :   Terkejut sekali, ternyata itu adalah harga rumah di salah satu komplek perumahan yang pernah orangtua saya tinggali. Hal itu menjadi nostalgia tentang tempat tinggal dan menjadi cerita pencapaian investasi yang menarik pada hari ini. Tentunya kita seringkali mendengar, beli rumah pasti untung. Ternyata di kasus keluarga saya, hal itu benar adanya. Bayangkan ada rumah seharga Rp 55.000.000,- yang saat ini bernilai M...

Topi Edward De Bono untuk Trader Saham

Saya ingat pengalaman ngobrol dengan orang dekat saya, ketika awal-awal mulai trading saham. Ia selalu mewanti-wanti saya untuk tidak menyentuh bursa saham, karena katanya bursa saham adalah tempat yang kejam! Banyak orang yang rugi besar dalam bertransaksi saham, ada yang sampai stress ataupun gila. Ia juga menjelaskan bahwa pengalamannya gagal di saham, ketika saat itu ada fenomena saham BUMI :”D. Dengan pengalaman yang menyakitkan itu, ia tidak mau ada orang dekatnya yang merasakan hal yang serupa dengan yang ia rasakan. Saat itu saya merasa bingung, mau tapi takut, takut tapi mau. Siapa dari kita yang sering mendengar nasehat orang lain, apa lagi orang tersebut adalah orang yang memiliki kedekatan dengan kita? Hal itu membuat kita seringkali goyah dan ragu dalam mengambil keputusan. Kalau saja ada cara / sistematika berpikir yang bisa membantu kita mengambil keputusan – tentunya akan sangat membantu dalam kehidupan kita. Terutama dalam keputusan-keputusan besar dalam hidup, seper...

Win Some, Lose Some

Saya kagum banget sama 1 teman saya di kantor. Selama masa pendidikannya, dia seringkali mencapai hasil pekerjaan yang terbaik. Kalau dalam bekerja, saya seringkali melihat dia selalu ambil kerjaan sebanyak mungkin dan berikan yang terbaik. Awal mulanya saya kagum, tapi lama kelamaan kenal, saya semakin melihat ternyata ada juga hal yang ia korbankan untuk mendapatkan hasil terbaik saat itu. Yang paling nyata adalah jam tidur yang sangat kurang hanya 2-4 jam sehari. Saya tanya sama dia, “kenapa kok kamu mau sih kerjain semua pekerjaan yang ada (baik kantor, rumah, maupun lainnya?)”. “habis aku ga enak ko kalau nolak hal yang dipercayakan ke aku”. Itu bagus banget, dan saya lihat dia bertanggung jawab banget dengan semua hal yang ia kerjakan. Memang sesuai dengan kapasitasnya. Tapi dari hal itu, saya jadi belajar tentang hidup kita bisa melakukan apapun yang kita mau, tapi tidak semuanya dalam waktu yang sama. Selalu ada hal yang dikorbankan ketika kita memperjuangkan sesuatu hal lain...

Tipe-Tipe Chuaks di Bursa Saham

Kalau kita mau cari tempat makan, rasanya pengen banget kalau bisa ketemu hidden gem yang ternyata entah tempatnya ataupun makanannya yang enak. Tapi teman saya seringkali sebal ketika sedang mencari tempat makan, baik dari review atau saat lihat RM nya ramai, tau-taunya pas kita masuk dan makan, eh tempat atau makanannya zonk. Chuakssss.. (Gaya trend anak jaman now). Kalau teman saya sih bete banget kalau jatah makan siang satu-satunya itu malah dapat zonk seperti itu. Zonk seperti itu seringkali terjadi di berbagai aspek dalam hidup kita. Terutama dalam aspek yang kita belum pahami dan cukup pelajari. Hal itu juga nyata terjadi di bursa saham, ketika kita mencari beberapa shortcut untuk mendapatkan cuan di bursa saham. Selama saya berada di bursa saham, berikut adalah beberapa chuaks yang pernah saya temui bahkan alami : 1.        Beli saham karena mau bagi deviden besar. Memang, cara terpasti untuk mendapatkan keuntungan di bursa saham, adalah memega...

Tell The Story That True For You

 Ketika awal saya memilih untuk menuliskan artikel di blogspot ini, saya merasa bahwa ini waktunya saya mencoba berbagi tentang apa yang saya pelajari tentang bursa saham. Namun semakin menjalaninya saya merasa kalau, saya semakin tahu kalau saya tidak tahu. Godaan untuk menghasilkan keuntungan dengan menggunakan leverage uang datang tidak hanya dari bursa saham, ternyata ada loh orang yang bisa investasi di mobil bekas, online shop, bitcoin, dan lainnya. Ketika bisa memilih untuk hanya bertransaksi di bursa saham, ternyata banyak banget cara / strategi yang bisa diterapkan untuk meraup keuntungan di dalamnya. Ada teman-teman yang menyukai investasi secara fundamental, ataupun trading secara teknikal. Dasar trading teknikal pun beragam, ada yang tipe buy on weakness, scalper, one day trader, buy on breakout, melihat rasi bintang dan lain-lain. Awalnya saya melihat perbedaan itu seperti hanya ada satu kebenaran. Gak mungkin orang lain pakai cara lain untuk bisa mencapai hasil yang...

Shifting Dalam Pola Pikir

Beberapa tahun lalu saya pernah menekuni bisnis online shop menjual barang secara dropshipping. Saya mencapai keuntungan berkali-kali lipat lebih besar dari gaji saya saat itu setiap bulannya selama periode tertentu. Wah, rasanya menyenangkan sekali. Saya mendapatkan momentum untuk memasarkan produk dari T*kopedia dan menjualnya melalui FB *ds. Saat itu, saya bisa jual barang secara anonimus kepada ratusan hingga ribuan orang yang ada di seluruh Indonesia dengan mudahnya. Setiap harinya saya menjual dan saat itu banyak banget orang yang complain tentang barang yang ia terima tidak begitu bagus. Itu adalah awal dari kegagalan saya, karena saya tidak mengambil serius hal tersebut. Saya malah memilih memikirkan cara mempromosikan barang dagangan saya jauh lebih besar lagi sebelum menaruh perhatian untuk meningkatkan kualitas barang yang saya pasarkan. Singkat cerita, dalam melakukan penjualan menurut saya, sudah pernah ada orang yang melakukan hal relative serupa sebelumnya. Sama juga d...

Monyet Mana Yang Lebih Pintar?

Belakangan ini saya sering mendengar cerita tentang tech winter, dimana banyak start up-start up yang tadinya kita idam-idamkan memberikan informasi bahwa mereka melakukan lay off besar-besaran, ataupun akhirnya menutup usaha mereka. Belum lagi teman-teman yang tadinya mendapatkan cuan yang fenomenal dari bursa saham, crypto dan sebagainya, namun akhirnya hilang di periode berikutnya. Saya sendiri sering kagum dengan orang-orang yang berhasil di bidangnya masing-masing dan tentunya ingin memiliki keberhasilan yang sama seperti mereka di bidang saya sendiri. Namun saya teringat dengan sebuah cerita tentang ada 100 ekor monyet yang diminta memilih apakah IHSG besok akan hijau ataupun merah. Pada percobaan pertama, akan tersisih sebagian dari monyet tersebut, dan jika penelitian ini dilanjutkan terus menerus maka tentunya akan muncul seekor monyet yang berhasil menebak benar lebih banyak dari monyet-monyet lainnya. Yang sering terjadi adalah, kita seringkali mengagung-agungkan tentang...