Langsung ke konten utama

Tetap Berada di Bursa Saham

 Kebanyakan orang cukup tau bahwa bursa saham adalah market yang agresif.

Kita bisa mendapatkan keuntungan yang besar tapi bisa juga mendapatkan kerugian yang besar juga terhadap modal kita. Satu hal yang kita bisa pastikan, bahwa akan selalu ada momen-momen saham merosot begitu dalamnya.

Namun peluang yang kita bisa lihat dari saham tersebut adalah bagaimana kita bisa ikut dalam ombak kenaikan harga yang ada di saham, namun tidak hancur ketika market sedang merah. Seringkali dikenal dengan kata “Assymetrical Risk Reward”.

Ketika harga sedang naik, tanpa pengetahuan dan pengalaman pun saham yang kita beli bisa naik.

Namun ketika harga sedang turun, pengetahuan, pengalaman dan strategi lah yang membuat kita bertahan, cukup luka-luka kecil tanpa hancur berantakan.

Dengan gambaran diatas, saya percaya bahwa menghormati resiko bisa membuat saya tetap berada di bursa saham di 50 tahun kedepan. Saya akan mendapatkan keuntungan dengan pasti menang di jangka panjang, bukan dengan menang cepat jangka pendek. Saya bisa selalu mendapatkan keuntungan dengan memiliki beberapa kali kesempatan rugi yang tidak terlalu besar.

Choose your favor.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Saham Dengan Modal Kecil

Saya pernah mendengar semakin gampang kita “entry” suatu bisnis, semakin sulit kita memenangkan persaingan yang ada dalam bisnis tersebut. Itu lah mengapa, mudah untuk kita memulai bisnis asuransi, MLM, franchise – namun akan memiliki statistic probabilitas keberhasilan yang lebih kecil untuk memenangkan persaingan pada industry tersebut. Alasannya sederhana, karena industry tersebut akan lebih mudah untuk red ocean (over supply pelaku industry). Kita semua pasti mau untuk bisa berhasil pada bidang yang kita tekuni. Kalau saya salah satunya dalam hal trading saham. Namun seperti premis pada tulisan di atas, bahwa ternyata mudah sekali bagi seseorang untuk menjadi pelaku di bursa saham. Dengan sedikit pengetahuan cara membeli saham, sedikit promosi pom-pom dari para influencer saham, maka seseorang bisa dengan mudah memiliki kepemilikan di saham. Hal itu menjadi bursa saham pedang bermata dua, dimana mudah untuk dilakukan meskipun dengan pemahaman yang minim, yang mengakibatkan seseor...

Sing Penting Yakin

  Pernah suatu waktu saya ngobrol bertiga dengan teman saya, salah satunya adalah seorang agen asuransi. Si Agen Asuransi ini bercerita kalau, “Kenapa yah saya mau bantu orang lain untuk dapat peace of mind dan keamanan hidup melalui tapi kok orang lain memandang saya sebelah mata?”. Jawaban teman saya lainnya “Ya, karena kamu itu baru di field tersebut, blm ada hasilnya, maka wajar orang meragukanmu”. Dengan sedikit terpukul si Agen Asuransi bertanya lagi, “Yah, kalau gitu bagaimana caranya saya menjalankan bisnis ini dong? Setiap orang kan pasti mulai dari nol ga punya hasil apa-apa, gak mungkin tiba-tiba sudah banyak pengalamannya”. Jawab teman saya satu lagi, “Sing penting Yakin”. Wah, hal itu membekas di diri saya cukup lama. Saya sendiri juga mengalami, setiap kali kita memulai hal yang baru – sering kali kita blm punya any single proof tentang hal yang kita lakukan. Namun, yang membedakan adalah kata-kata “sing penting yakin” ini. Dimana apakah kita punya keyakinan / belie...

Start & Exit

Awalnya saya belajar untuk berhasil di stock market maka saya perlu strategi entry dan exit yang terbaik. Namun saat saya membaca buku tentang trading and investing, ternyata banyak banget cara yang bisa dilakukan untuk meraih keuntungan dan menampuk kerugian di market. Sampai akhirnya saya menyadari, tidak ada satupun cara pasti untuk untung terus menerus di market. Tapi yang bisa kita terapkan adalah prinsip – prinsip dasar untuk melakukan trading secara benar dan jangka panjang. Salah satunya pembelajaran yang saya dapatkan adalah – don’t rely on trading system but get the principal and execute it disciplinely.