Langsung ke konten utama

Profil

Hi teman-teman, sedikit perkenalan, saya adalah seorang lulusan Psikologi yang punya cita-cita ingin memiliki sebuah bisnis yang bisa memberikan kebebasan dan ketenangan pada hidup. Namun apa daya, realita sepertinya berbeda, saat ini saya memilih untuk berkarir di bidang perbankan dengan fungsi kerja berelasi dengan orang banyak. Ternyata bekerja kantoran juga menyenangkan loh.

Awal-awal tahun karir saya, saya pikir bisa untuk membangun usaha sambil bekerja. Namun semakin dijalani, semakin saya menyadari adalah sulit untuk bisa memberikan terbaik pada 2 hal tersebut bersamaan (kerja dan usaha) karena waktu, tenaga yang perlu difokuskan. Tetapi saya menyadari - dari awal saya memulai berkarir, hidup saya tidak jauh daripada dunia wealth management, seperti asuransi, investasi, maupun bisnis. Saya sudah pernah mencoba MLM, Asuransi, Online shop, Investasi Money Game, Saham, dan mengikuti tetap mengupdate informasi seperti tentang Forex dan Bitcoin.

Sudah ada beberapa inisiatif yang saya coba seperti MLM, Asuransi, Onlineshop namun sepertinya belum bertemu ada yang bertemu jalan terangnya. Namun disisi lain, ada satu kelebihan (juga kekurangan) saya - yaitu saya cukup senang menabung sedari awal lulus kuliah, thanks to didikan orangtua :). Tidak di sangka-sangka, sembari berkarir ternyata saya juga mulai mendapatkan buah dari tabungan saya melalui trading saham yang saya coba pelajari dari tahun 2017. Saya juga bersyukur, tidak ikut rugi besar dari koreksi market yang hebat di kala pandemi tahun 2020 kemarin. Dengan keilmuan yang terbatas - saya terus berkeinginan untuk mengasah keahlian dalam hal trading saham. Agar suatu saat nanti, ilmu ini bisa bermanfaat bagi saya di masa depan dan bagi para pembaca setia blog ini.

Saya juga akhirnya berfikir bahwa trading saham bisa di anggap sebuah bisnis (bukan judi) jika kita memang memperlakukannya seperti sebuah bisnis. Besar harapan saya, coretan singkat ini bisa mengajak para pembicara untuk menikmati serunya trading saham bersamaan dengan saya. Saya juga akan coba untuk menuliskan satu artikel per minggu, buah pemikiran tentang trading saham, agar dapat menjadi jurnal yang menarik di masa depan kelak. Mohon masukan dan support teman-teman agar blog ini menjadi lebih bermanfaat lagi 😀 . Mari kita belajar, mari kita kerjakan.


Salam,

Katanya Trader

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sing Penting Yakin

  Pernah suatu waktu saya ngobrol bertiga dengan teman saya, salah satunya adalah seorang agen asuransi. Si Agen Asuransi ini bercerita kalau, “Kenapa yah saya mau bantu orang lain untuk dapat peace of mind dan keamanan hidup melalui tapi kok orang lain memandang saya sebelah mata?”. Jawaban teman saya lainnya “Ya, karena kamu itu baru di field tersebut, blm ada hasilnya, maka wajar orang meragukanmu”. Dengan sedikit terpukul si Agen Asuransi bertanya lagi, “Yah, kalau gitu bagaimana caranya saya menjalankan bisnis ini dong? Setiap orang kan pasti mulai dari nol ga punya hasil apa-apa, gak mungkin tiba-tiba sudah banyak pengalamannya”. Jawab teman saya satu lagi, “Sing penting Yakin”. Wah, hal itu membekas di diri saya cukup lama. Saya sendiri juga mengalami, setiap kali kita memulai hal yang baru – sering kali kita blm punya any single proof tentang hal yang kita lakukan. Namun, yang membedakan adalah kata-kata “sing penting yakin” ini. Dimana apakah kita punya keyakinan / belie...

Wanna Big Win, But First of All, How Much I Can Lose?

Jeff Bezos pernah menyampaikan "If you have a 10% chance at 100x returns, you should always take it. You're still going to fail 9/10 times, but the rewards are well worth it". Menurut saya ini adalah pedoman yang keren dalam kita menentukan "yes/no" dalam sebuah keputusan. Kalau sebagai trader, saya melihatnya sebagai assymetrical return yang ada di bursa saham. Kita semua pasti mau kan kalau rugi sedikit, tapi kalau untung bisa berkali-kali lipat. Saya setuju, hal itu sangat memberikan competitive advantage untuk kita. Tapi dengan apa yang saya pelajari di bursa saham, saya merasa hal itu akan menjadi jauh lebih powerful ketika kita memasukkan 1 variable lagi tentang risk management. Jadi kalau misalnya, kamu punya modal 100 juta rupiah dan kamu dapat kesempatan untuk ikut sebuah project "goreng" bitcoin yang memiliki kemungkinan 10% untuk untung 100x lipat dari modal yang kamu taruh. Apakah kamu akan ikut dengan keseluruhan modal kamu? Sebagai trader...

Katanya Gampang, Kok Rugi?

Akhir tahun 2020 lalu, saham sedang naik-naik pamornya. Semua orang bertanya - berapa cuan lu hari ini? Di saham selalu ada 2 paham besar untuk bertransaksi dan meraih keuntungan di finansial market, dengan menjadi seorang fundamentalist (investor) atau seorang teknikal analist (trader). Mana sih yang lebih bagus? Kita ga pernah banding-bandingin Warren Buffet dengan George Soros, kita juga ga perlu banding-bandingin satu agama dengan agama lainnya kan. Tapi, sejauh ini sering banget saya mendengar teman-teman saya yang mengatakan saham tuh judi, kamu bakal rugi terus kl trading. Tapi saya jarang dengar investor yang gagal di bursa (mungkin karena mereka memang dipanggil investor ya? Jadi tahan saham dalam jangka waktu lama, meski merah ataupun hijau ya memang permainan mereka). Tapi setelah saya eksplor lebih jauh lagi, sebenarnya banyak loh traders hebat dalam sejarah trading. Salah satu yang lagi tenar akhir-akhir ini adalah Jim Simons, yang berhasil memecahkan rekor CAGR (rata-rata...