Langsung ke konten utama

Bagaimana Tetap Ada dan Bertumbuh di Bidangmu

Jika kita mau mengusahakan suatu hal yang baru, hal tersebut selalu akan ada diluar jangkauan kita.

Banyak hal yang perlu kita lakukan diluar zona nyaman kita.

Stress bisa berarti mengalami situasi yang buruk, ataupun ingin mengembangkan diri ke 10x kapasitas diri kita yang ada saat ini. Stress tetap ada.

Misalnya ketika saya tetap memilih ada di Bursa Saham, untuk bertumbuh, pasti ada banyak hal gak enak yang dihadapi. Salah satunya kerugian di bursa. Mengingat kesulitan yang ada seringkali saya mau menyerah.

Beberapa hal pola pikir yang saya rasa membantu saya untuk tetap berada di market dengan pola kerja saya adalah,

Bayangkan kerugian ini terjadi terus menerus sampai 1000x kedepan, apakah saya akan mengalami kesedihan / terpuruk yang sama dengan rasa pertama saya rugi? Ternyata manusia bisa travel the emotion, dan bring it back to the current situation. Saya melihat kerugian saya bukan lagi menjadi hal yang se intense itu. Saya menjadi objective melihat kerugian sebagai bagian dari permainan yang saya pilih.

Selanjutnya adalah membayangkan apa sih scenario terburuk yang mungkin terjadi dari pilihan yang saya lakukan? Dengan pola pikir ini saya memastikan scenario terburuk dan apapun hasil yang terjadi lebih baik daripada ini, adalah bonus untuk saya. Kerugian terburuk dengan cara main saya  di bursa saham adalah rugi XX% dari modal. Saya tenang memastikan bahwa tidak akan bangkrut ataupun kelilit hutang. Jadi kalaupun usaha yang saya lakukan belum maksimal hasilnya, saya tetap siap dan bersyukur dengan keadaan yang ada, karena saya tau ini lebih baik dari worst scenario yang ada.

Terakhir adalah tentang saya sadar semua hal yang ada dihidup ini adalah pilihan. Kita bisa menaruh tanggung jawab ini ke orang lain, misalnya yah, saya terpaksa melakukan hal ini karena "orangtua" saya, karena "saya bisanya cuma ini", karena "dipaksa keadaan" dll. Atau saya bisa memilih melakukan sesuatu atas keputusan saya sendiri, meskipun tidak ideal, tapi itu keputusan terbaik yang saya miliki saat ini, dan saya berkomitmen untuk berkembang dalam hal tersebut. Apapun bidang atau situasi yang saya pilih saat ini, tergantung bagaimana saya memberikan nilai / makna terhadap hal tersebut. Dalam hal saham saya merasa ini adalah permainan yang bermakna, tentang prinsip - prinsip yang bisa dibawa ke kehidupan dan juga melihat segala sesuatu hal dalam jangka waktu yang lebih panjang.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sing Penting Yakin

  Pernah suatu waktu saya ngobrol bertiga dengan teman saya, salah satunya adalah seorang agen asuransi. Si Agen Asuransi ini bercerita kalau, “Kenapa yah saya mau bantu orang lain untuk dapat peace of mind dan keamanan hidup melalui tapi kok orang lain memandang saya sebelah mata?”. Jawaban teman saya lainnya “Ya, karena kamu itu baru di field tersebut, blm ada hasilnya, maka wajar orang meragukanmu”. Dengan sedikit terpukul si Agen Asuransi bertanya lagi, “Yah, kalau gitu bagaimana caranya saya menjalankan bisnis ini dong? Setiap orang kan pasti mulai dari nol ga punya hasil apa-apa, gak mungkin tiba-tiba sudah banyak pengalamannya”. Jawab teman saya satu lagi, “Sing penting Yakin”. Wah, hal itu membekas di diri saya cukup lama. Saya sendiri juga mengalami, setiap kali kita memulai hal yang baru – sering kali kita blm punya any single proof tentang hal yang kita lakukan. Namun, yang membedakan adalah kata-kata “sing penting yakin” ini. Dimana apakah kita punya keyakinan / belie...

Wanna Big Win, But First of All, How Much I Can Lose?

Jeff Bezos pernah menyampaikan "If you have a 10% chance at 100x returns, you should always take it. You're still going to fail 9/10 times, but the rewards are well worth it". Menurut saya ini adalah pedoman yang keren dalam kita menentukan "yes/no" dalam sebuah keputusan. Kalau sebagai trader, saya melihatnya sebagai assymetrical return yang ada di bursa saham. Kita semua pasti mau kan kalau rugi sedikit, tapi kalau untung bisa berkali-kali lipat. Saya setuju, hal itu sangat memberikan competitive advantage untuk kita. Tapi dengan apa yang saya pelajari di bursa saham, saya merasa hal itu akan menjadi jauh lebih powerful ketika kita memasukkan 1 variable lagi tentang risk management. Jadi kalau misalnya, kamu punya modal 100 juta rupiah dan kamu dapat kesempatan untuk ikut sebuah project "goreng" bitcoin yang memiliki kemungkinan 10% untuk untung 100x lipat dari modal yang kamu taruh. Apakah kamu akan ikut dengan keseluruhan modal kamu? Sebagai trader...

Katanya Gampang, Kok Rugi?

Akhir tahun 2020 lalu, saham sedang naik-naik pamornya. Semua orang bertanya - berapa cuan lu hari ini? Di saham selalu ada 2 paham besar untuk bertransaksi dan meraih keuntungan di finansial market, dengan menjadi seorang fundamentalist (investor) atau seorang teknikal analist (trader). Mana sih yang lebih bagus? Kita ga pernah banding-bandingin Warren Buffet dengan George Soros, kita juga ga perlu banding-bandingin satu agama dengan agama lainnya kan. Tapi, sejauh ini sering banget saya mendengar teman-teman saya yang mengatakan saham tuh judi, kamu bakal rugi terus kl trading. Tapi saya jarang dengar investor yang gagal di bursa (mungkin karena mereka memang dipanggil investor ya? Jadi tahan saham dalam jangka waktu lama, meski merah ataupun hijau ya memang permainan mereka). Tapi setelah saya eksplor lebih jauh lagi, sebenarnya banyak loh traders hebat dalam sejarah trading. Salah satu yang lagi tenar akhir-akhir ini adalah Jim Simons, yang berhasil memecahkan rekor CAGR (rata-rata...