Langsung ke konten utama

Kamu Suka Berenang, Diving atau Surfing

 Kalau kita belum bisa berenang, rasanya orang-orang sekitar akan menawarkan kita untuk belajar

renang dulu di dekat rumah, atau di kolam cetek dulu. Mungkin gak kalau kita ditawarkan untuk langsung diving di Bunaken ataupun surfing di Hawaii? Sepertinya itu bukan pilihan yang menarik dilihat dari kemampuan kita saat ini. Tapi apakah artinya diving atau surfing adalah hal yang gak baik?

Sama saja ketika saya melihat trading saham sebagai sebuah bisnis. Begitu juga dengan hubungan antara hutang dan bisnis. Hutang hanyalah salah satu instrument daya leverage yang ada di sebuah bisnis. Itu adalah suatu hal yang netral. Namun saya melihatnya, ketika berbicara hutang misalnya membeli property ataupun menjalankan sebuah bisnis, seseorang cenderung berpikir matang karena perlu kualifikasi yang lebih kompleks untuk mendapatkan pendanaan. Berbeda dengan bursa saham, yang cukup deposit saham sebesar sekian ratus juta, maka kita sudah bisa meminjam dana yang hampir sejumlah modal kita. Dengan perbedaan Analisa di awal tindakan tersebut, menyebabkan seolah-olah berhutang dalam membeli saham adalah tindakan yang sangat berbahaya.

Jadi menurut saya, hutang adalah hal yang netral dan bisa menjadi hal yang baik ataupun merugikan. Tergantung kemampuan mengelola hutang tersebut. Namun ada baiknya kita hanya berhutang ketika kita sudah bisa memastikan memiliki bisnis / investasi yang sudah berjalan baik dan memiliki potensi serta statistically menguntungkan untuk diri kita jika kita menggunakan leverage. Jika belum? Ya siap-siap saja dengan resikonya.

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sing Penting Yakin

  Pernah suatu waktu saya ngobrol bertiga dengan teman saya, salah satunya adalah seorang agen asuransi. Si Agen Asuransi ini bercerita kalau, “Kenapa yah saya mau bantu orang lain untuk dapat peace of mind dan keamanan hidup melalui tapi kok orang lain memandang saya sebelah mata?”. Jawaban teman saya lainnya “Ya, karena kamu itu baru di field tersebut, blm ada hasilnya, maka wajar orang meragukanmu”. Dengan sedikit terpukul si Agen Asuransi bertanya lagi, “Yah, kalau gitu bagaimana caranya saya menjalankan bisnis ini dong? Setiap orang kan pasti mulai dari nol ga punya hasil apa-apa, gak mungkin tiba-tiba sudah banyak pengalamannya”. Jawab teman saya satu lagi, “Sing penting Yakin”. Wah, hal itu membekas di diri saya cukup lama. Saya sendiri juga mengalami, setiap kali kita memulai hal yang baru – sering kali kita blm punya any single proof tentang hal yang kita lakukan. Namun, yang membedakan adalah kata-kata “sing penting yakin” ini. Dimana apakah kita punya keyakinan / belie...

Wanna Big Win, But First of All, How Much I Can Lose?

Jeff Bezos pernah menyampaikan "If you have a 10% chance at 100x returns, you should always take it. You're still going to fail 9/10 times, but the rewards are well worth it". Menurut saya ini adalah pedoman yang keren dalam kita menentukan "yes/no" dalam sebuah keputusan. Kalau sebagai trader, saya melihatnya sebagai assymetrical return yang ada di bursa saham. Kita semua pasti mau kan kalau rugi sedikit, tapi kalau untung bisa berkali-kali lipat. Saya setuju, hal itu sangat memberikan competitive advantage untuk kita. Tapi dengan apa yang saya pelajari di bursa saham, saya merasa hal itu akan menjadi jauh lebih powerful ketika kita memasukkan 1 variable lagi tentang risk management. Jadi kalau misalnya, kamu punya modal 100 juta rupiah dan kamu dapat kesempatan untuk ikut sebuah project "goreng" bitcoin yang memiliki kemungkinan 10% untuk untung 100x lipat dari modal yang kamu taruh. Apakah kamu akan ikut dengan keseluruhan modal kamu? Sebagai trader...

Katanya Gampang, Kok Rugi?

Akhir tahun 2020 lalu, saham sedang naik-naik pamornya. Semua orang bertanya - berapa cuan lu hari ini? Di saham selalu ada 2 paham besar untuk bertransaksi dan meraih keuntungan di finansial market, dengan menjadi seorang fundamentalist (investor) atau seorang teknikal analist (trader). Mana sih yang lebih bagus? Kita ga pernah banding-bandingin Warren Buffet dengan George Soros, kita juga ga perlu banding-bandingin satu agama dengan agama lainnya kan. Tapi, sejauh ini sering banget saya mendengar teman-teman saya yang mengatakan saham tuh judi, kamu bakal rugi terus kl trading. Tapi saya jarang dengar investor yang gagal di bursa (mungkin karena mereka memang dipanggil investor ya? Jadi tahan saham dalam jangka waktu lama, meski merah ataupun hijau ya memang permainan mereka). Tapi setelah saya eksplor lebih jauh lagi, sebenarnya banyak loh traders hebat dalam sejarah trading. Salah satu yang lagi tenar akhir-akhir ini adalah Jim Simons, yang berhasil memecahkan rekor CAGR (rata-rata...