Langsung ke konten utama

Postingan

Start & Exit

Awalnya saya belajar untuk berhasil di stock market maka saya perlu strategi entry dan exit yang terbaik. Namun saat saya membaca buku tentang trading and investing, ternyata banyak banget cara yang bisa dilakukan untuk meraih keuntungan dan menampuk kerugian di market. Sampai akhirnya saya menyadari, tidak ada satupun cara pasti untuk untung terus menerus di market. Tapi yang bisa kita terapkan adalah prinsip – prinsip dasar untuk melakukan trading secara benar dan jangka panjang. Salah satunya pembelajaran yang saya dapatkan adalah – don’t rely on trading system but get the principal and execute it disciplinely.

Cuan, Bukan Cuma Keberuntungan

Banyak orang yang merasa kalau untung di saham itu sebuah keberuntungan. Maka mereka takut berada di bursa saham. Seketika untung, seketika rugi. Merasa hal yang terjadi berada di luar kendali. Tentunya kita semua tidak mau berada di bursa saham, hanya mengandalkan keberuntungan semata. Naval Ravikant pernah menyampaikan jika ia jatuh bangkrut dan diizinkan untuk memulai semuanya kembali, maka cukup tempatkan ia di jalan apapun dengan Negara berbahasa inggris maka dalam 5-10 tahun ia akan kembali memiliki kekayaan tersebut. Ada beberapa tipe keberuntungan yang pernah saya baca yaitu : 1. Keberuntungan Semata Kita mendapatkan sesuatu karena keberuntungan semata. Gak ada control kita dalam hal itu, sama halnya seperti memenangkan lotre dengan probabilitas yang sangat kecil. 2. Keberuntungan Karena Kerja Keras Masih ingat dengan Ghozali Everyday? Seolah-olah ia seketika ketumpuk rezeki oleh NFT pada tahun 2022. Tapi keberuntungannya tidak datang tiba-tiba, Ghozali secara persisten mempos...

Karena Terpaksa Atau Berdaya

Siapa disini yang ingin belajar tentang dunia investasi? Atau ingin punya badan sehat dan langsing? Apapun keinginan kamu, saya sering mendengar orang yang bilang mau ini – mau itu, namun dilanjutkan dengan kalimat “tapi….., cuma…..”. “Saya kan kerja, ga bisa lakuin itu. Saya kan ga ada modal, maka ga bisa lakuin hal itu.” Seolah-olah banyak hambatan yang terjadi, dan biasanya bermuara pada masalah uang dan waktu. Kali ini saya mau mengajak teman-teman untuk bisa melihat masalah uang dan waktu hanyalah sebagian dari jenis sumber daya yang kita miliki dalam hidup. Ketika saya memahami ini, saya bisa melihat lebih banyak lagi kemungkinan-kemungkinan yang saya dapat ciptakan di hidup ini. Berikut saya sampaikan beberapa tipe sumber daya yang kita bisa manfaatkan untuk membantu mencapai tujuan-tujuan besar dalam hidup ini. Setelah mengetahui berbagai sumber daya yang ada dalam hidup, saya percaya teman-teman bisa mendapatkan harapan yang baru melihat segala sesuatu. Yang pertama adalah uan...

Comparison is The Thief of Joy

“Lu trading saham 4 tahun hasilnya segitu-gitu aja. Gw sekarang juga lagi investasi di saham. Beli saham X sekarang keuntungan gw sudah 3x nya elu!.. Makanya, lakukan X Y Z dong kalau mau untung kayak gw…”. Beberapa waktu belakangan, saya pernah bertemu teman yang ternyata jago sekali bermain saham. Hasil investasi dia jauh-jauh berkali lipat lebih baik dari hasil performance trading saya. Saat-saat seperti itu, rasanya keyakinan kita terhadap trading system kita diuji. Apakah benar bisa menghasilkan, apakah sia-sia semua usaha mengulik trading system yang sedang saya kembangkan? Atau dicerita lainnya, ketika saya membeli saham X, namun ada saham Y – yang naik kencang ga karuan. Tentunya orang yang membeli saham Y akan mendapatkan hasil return yang jauh berkali-kali lipat dibandingkan hasil saya. Apakah saya merasa menyesal? Payah? Atau malah kalah? Mungkin orang lain bisa saja bilang saya memilih saham yang salah. Bayangkan kalau tahun 2020 saya membeli ALL IN semua asset saya di ...

Salah, Salah, Salah, Benar

Dari SD, SMP, SMA saya bersyukur bisa dapat kesempatan melanjutkan jenjang Pendidikan ke kualitas yang meningkat setiap tahapannya. Dimulai dari SD yang biasa saja tentang pencapaian akademiknya, sampai SMA yang terkenal menghasilkan lulusan – lulusan terbaik di bidangnya. Di satu sisi saya bersyukur, karena mendapatkan kesempatan untuk berada di lingkungan yang lebih baik dan lebih baik lagi di setiap fase perjalanan hidup saya. Mengutip kata-kata AR Benard, ketika kita sudah merasa menjadi orang yang paling pintar dalam suatu ruangan, kita juga bisa melihat ruangan lainnya untuk menjadi orang yang bodoh kembali (artinya : belajar kembali). Tapi di satu sisi, setiap kali saya berada di lingkungan yang baru, saya seringkali merasa menjadi bodoh, karena banyak melakukan kesalahan dan saya anggap kesalahan itu adalah diri saya sendiri, yaitu sebagai rang yang gagal. Seringkali kita mengatribusikan kesalahan yang kita pernah perbuat sebagai identitas diri kita. Sehingga rasanya ga enak ...

Bagaimana Kalau Gagal Trading Saham?

Saya memperlakukan trading saham sama seperti berbisnis. Karena yang kita beli adalah hak kepemilikan atas sebuah perusahaan yang menghasilkan keuntungan pada sector riil. Maka dengan memiliki saham artinya kita juga dapat dianggap berbisnis meskipun tidak masuk dalam aktivitas kegiatan operasional sehari-harinya. Namun trading saham, yang namanya membisniskan “bisnis”, artinya juga memiliki resiko yang sama dengan membuka suatu bisnis. Bayangkan kita membangun suatu usaha dan akhirnya menghadapi kebangkrutan. Hal itu juga termasuk resiko yang ada saat kita memberlakukan trading saham. Buat saya ketika memutuskan suatu hal, terutama yang besar atau penting dalam hidup, perlu kita mempertimbangkan, “what’s worst could happen” kalau usaha kita tidak berjalan seperti yang diharapkan? Kalau di dalam trading saham ada beberapa hal yang bisa diperhatikan seperti, - Kalau saya tiba-tiba kenapa-kenapa (sakit, tidak bisa trading), lalu bagaimana usaha trading saya apakah jadi beresiko? - Kalau ...

Silent Killer Dalam Trading Saham

 " We didn’t do anything wrong, but somehow, we lost”.  – CEO Nokia Kalimat ini tertanam di benak saya cukup lama. Seringkali hidup kita berantakan, meskipun kita merasa tidak melakukan hal yang salah apapun. Kenapa ya bisnis saya tidak laku seperti dulu lagi? Kenapa ya saya bisa mengidap penyakit diabetes dan sering lemas sekarang ini? Kenapa ya hubungan saya tidak seharmonis saat pacaran dulu? Saya sendiri juga pernah merasakan, ketika di pekerjaan kenapa ya tidak lagi dilibatkan dalam role-role yang cukup penting lagi? Setelah coba merefleksikan, pastinya ada hal-hal kecil yang kita tidak sadari namun bisa membawa efek buruk dalam pencapaian goals kita. Dalam case saya, bisa jadi karena saya tidak lagi bisa memberikan ide yang kreatif dalam penyelesaian permasalahan pekerjaan. Atau bisa jadi saya kurang responsive merespon kebutuhan atasan saya. Atau bisa jadi ide yang saya berikan adalah ide yang egois sehingga kurang disukai oleh unit kerja lain yang berkaitan dengan ...