Langsung ke konten utama

Postingan

Saham adalah Hobi atau Bisnis?

Saya punya cita-cita untuk mempunyai bisnis yang baik, tapi saya sudah mencoba melakukannya beberapa kali dalam perjalanannya dan belum berhasil. Saya pikir apa yah hal yang bisa dilakukan bersamaan dengan bekerja dan bisa menghasilkan hal yang luar biasa juga. Ternyata tahun 2017 saya mengenal bursa saham, dan saya bisa mendapatkan untung ataupun kerugian secara instant. Awal mula saya terjun ke bursa saham, saya memperlakukan hal ini seperti hobi, karena rasanya seru melihat harga naik dan turun, mengantongi keuntungan ataupun kerugian kecil. Namun akhirnya saya menyadari, saham itu hanyalah sebuah permainan. Kita sendiri yang memilih mau menjadikan seperti apa permainan ini.  Sebenarnya saham adalah pasar modal, dimana produk yang dimiliki adalah berbagai surat kepemilikan terhadap saham yang ada di sebuah negara. Kita sebagai pedagang, bisa memilih membeli saham apapun dengan modal yang kita punya, dan menjual kembali ke pasar dengan tentunya mengharapkan keuntungan dengan jang...

Lebih Baik Trader Retail atau Membeli Reksadana Saham?

Kenapa saya mau trading saham pribadi dibanding mempercayakan dana saya kepada fund manager (reksadana) yang ada? Karena saya percaya, kita bisa mencapai hasil yang lebih baik dari fund manager itu sendiri. Tentunya dengan usaha, pembelajaran dengan waktu yang dalam jangka panjang. Bagi saya ada beberapa kerugian yang dimiliki oleh fund manager yang bisa mengakibatkan kurang efektifnya hasil dari trading itu sendiri. Fund manager memegang dana yang sangat besar, puluhan, ratusan milyar bahkan triliunan rupiah. Dengan dana sebesar itu, mereka perlu menjaga liquiditas dalam pembelian sebuah saham. Mayoritas saham yang dibeli adalah saham yang memiliki kapitalisasi sangat besar. Padahal sejauh yang saya tahu, banyak sekali saham dengan hasil super performance, memiliki likuiditas yang jauh lebih kecil. Fund manager jadi susah masuk ke saham dengan market cap kecil, namun kalaupun bisa membeli saham tersebut, kesulitannya tiba saat perlu menjual saham tersebut di market yang downtrend. Say...

Ratio Terbaik Dalam Menentukan Pergerakan Harga Saham

Suka bingung apa sih yang menggerakan harga sebuah saham? Saya melihat kalau ada saham-saham yang sudah dinilai mahal di bursa saham, tapi masih bisa saja naik lebih tinggi lagi. Tapi saya juga melihat kalau ada saham yang memiliki nilai intrinsik rendah, tapi harganya ga kemana-mana dalam waktu yang lama. Bagi saya, banyak cara melihat nilai sebuah saham. Semua sah-sah saja, karena semua orang punya preferensi yang berbeda kan? Kalau teman-teman tau, ada P/E Ratio sebagai ratio yang menunjukkan nilai intrinsik dari sebuah saham, dan sudah terjadi berkali-kali kalau gak selalu saham dengan P/E Ratio rendah akan memberikan hasil yang mengungguli saham dengan P/E Ratio yang sudah tinggi. Misalnya saja saya mengetahui seseorang yang beli sebuah lukisan dengan harga sangat mahal, tapi ada juga orang yang suka makan di warteg - hemat setiap waktu. Bagi saya, itu semua adalah persepsi pembeli terhadap suatu hal yang ingin ia beli. Jadi kembali lagi penggerak yang ada di bursa saham menurut s...

Usahanya Sama, Tapi Hasil Maksimal

Saat ini saya bekerja sambil trading, dan saya menyadari satu hal.. Ternyata kerja sambil trading itu menyenangkan, sama-sama menghasilkan namun dengan cara yang berbeda. Penghasilan saya dari bekerja tentunya masih lebih besar saat ini, tapi saya menyadari effort yang saya berikan dalam tradingpun tidak sebesar effort yang saya berikan dalam pekerjaan saat ini. Memahami tentang itu, pastinya kita mau kalau semua hal yang kita kerjakan lebih optimal bahkan menghasilkan lebih banyak di setiap aspek kehidupan kita. Bisa dalam hal bisnis, kesehatan, trading, relationship atau banyak aspek lainnya dalam hidup ini. Ternyata ada 1 hal yang saya pelajari dari Naval Ravikant, yaitu bernama "Leverage" atau daya ungkit yang bisa kita gunakan dalam hidup. Leverage ini bisa menjadi kaca pembesar dari setiap keputusan / tindakan yang kita lakukan dalam menghasilkan result yang kita harapkan. Jika kita bicara dalam hal bisnis, ada beberapa hal yang bisa menjadi daya ungkit di hidup kita ad...

Wanna Big Win, But First of All, How Much I Can Lose?

Jeff Bezos pernah menyampaikan "If you have a 10% chance at 100x returns, you should always take it. You're still going to fail 9/10 times, but the rewards are well worth it". Menurut saya ini adalah pedoman yang keren dalam kita menentukan "yes/no" dalam sebuah keputusan. Kalau sebagai trader, saya melihatnya sebagai assymetrical return yang ada di bursa saham. Kita semua pasti mau kan kalau rugi sedikit, tapi kalau untung bisa berkali-kali lipat. Saya setuju, hal itu sangat memberikan competitive advantage untuk kita. Tapi dengan apa yang saya pelajari di bursa saham, saya merasa hal itu akan menjadi jauh lebih powerful ketika kita memasukkan 1 variable lagi tentang risk management. Jadi kalau misalnya, kamu punya modal 100 juta rupiah dan kamu dapat kesempatan untuk ikut sebuah project "goreng" bitcoin yang memiliki kemungkinan 10% untuk untung 100x lipat dari modal yang kamu taruh. Apakah kamu akan ikut dengan keseluruhan modal kamu? Sebagai trader...

Catatan Pengingat Bagi Diri Sendiri

Saya ingat selama hidup banyak hal yang saya coba dan lakukan. Mulai dari belajar gitar, bahasa inggris, bahasa mandarin, tae kwon do, dll. Namun, bagaimana ujung dari aktivitas tersebut? Ya, hilang tidak terlalu berbekas di dalam skill saya hari ini. Hehehe. Hal itu, lewat begitu saja dalam hidup saya. Saya menyadari saya lebih kepada "Jack of all trades, but Master of none". Saya bingung juga kenapa ya, waktu mau belajar suatu hal yang baru seperti muncul optimisme yang sangat tinggi, tapi saat menjalaninya seperti kehilangan bahan bakar untuk terus melaju. Saya percaya setiap dari kita juga mau bisa merasa berharga, melihat hasil-hasil di hidup kita. Tapi seringkali kita berhenti di tengah jalan, reset lagi dengan permainan yang baru yang seolah-olah jauh lebih menarik. Sekarang saya menyadari kalau itu adalah semangat mula-mula, optimisme yang kita miliki dari ketidak tahuan kita, sama dengan arti kata-kata kalau rumput tetangga selalu lebih hijau. Saat optimisme itu ada,...

Untung di bursa Saham : Hoki atau Judi?

Banyak kepercayaan yang menyatakan "tidak ada orang yang bisa untung terus menerus di Bursa Saham". Mereka bilang kalau bursa saham itu adalah keberuntungan ataupun judi. Sebenarnya hal apapun yang kita lihat, bisa saja kita anggap sebagai 'hoki' atau judi. Misalnya seseorang yang baru 1 hari pegang setir dan mau menyetir mobil, ia bisa saja 'hoki' karena bisa sampai dari rumah ke mall secara aman. Mobil tidak baret / nabrak sedikitpun karena jalanan sepi. Lalu ketika ia ulangi 'hoki' itu lagi, berharap menghasilkan hal yang sama selanjutnya - itu namanya Judi. Saat kita judi, kita hanya tergantung sama yang namanya 'hoki'. Jadi ketika kita melakukan hal yang sama dalam waktu yang panjang, ada waktunya 'hoki' tidak berpihak pada diri kita, dan hasilnya adalah kerugian yang besar. Namun beda ceritanya, jika saya menaruh fokus pada skill yang saya pelajari melalui waktu, pengetahuan persistensi dan pengalaman. Fokusnya bukan tentang keunt...